<pre><pre>Bisakah penjara membebaskan hutang?

Bisakah penjara membebaskan hutang?

Jika seseorang sangat berhutang budi dan tidak mampu membayar, maka dia akan dipenjara oleh pemilik hutang, dan apakah kewajiban hutang akan otomatis hilang?

Jawaban:

Bismillah is shalatu adalah salam Anda ‘ala Rasulillah, wa ba & # 39; du,

Ketika seseorang berhutang, ada 3 situasi berbeda yang bisa diselesaikan,

Pertama, Orang yang berhutang dan tidak mampu membayar utangnya.

Dalam kasus ini, hakim tidak memiliki hak untuk memenjarakan orang tersebut. Bahkan penjara, termasuk kezaliman. Allah menuntut agar mereka yang menunggak dan merasa sulit untuk membayar ditunda.

Allah berfirman,

وَإِنْ كَانَ وونُرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتََََََََُْ

Dan, jika (dia yang memiliki banyak hutang) dalam kesulitan, tolong beri dia kehidupan yang keras sampai dia bebas. Jika Anda tahu, membayar (sebagian atau seluruh hutang Anda) lebih baik untuk Anda. (Surat al-Baqarah: 280)

Ini tidak berguna ketika seseorang yang tidak dapat dipenjara masih tidak dapat melunasinya. Akibatnya, ia dibiarkan bekerja dan berusaha melunasi utangnya.

Kedua, Debitur memiliki kemampuan untuk membayar, dan jika ia tidak ingin membayar, ia mungkin akan dipenjara.

Jika, setelah dipenjara, ternyata dia masih tidak mau membayar, hartanya akan dibekukan (Hagel), kemudian dijual secara paksa, dan hasilnya dibagikan kepada semua orang yang berutang hutangnya.

Rasula sallallaahu‘alayhi wa sallam Katakan,

لَيُّ الوَاجِدِ يُحِلُّ عِرْضَهُ وَعُقُوبَتَهُ

Kemampuan orang yang cakap untuk tidak membayar utangnya membuktikan kehormatan dan hukumannya. (HR. Nasai 4706, Abu Daud 3630 dan Hasan al-Albani)

Ketiga, Kemampuannya dipertanyakan.

Hakim memiliki kekuatan untuk menahan orang tersebut untuk diinterogasi. Jika dia bisa dianggap tidak kompeten, dia akan dibebaskan. Jika ternyata ia mampu, silakan terus menahannya sampai ia ingin melunasi utangnya.

Dari: Mausu & # 39; ah al-Fiqh al-Islami

Apakah utang penjara sudah dilunasi?

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa fungsi seseorang yang memegang hutang adalah untuk memaksanya membayar hutang, bukan untuk menebus dan memutihkan utangnya. Ini berlaku hanya untuk orang yang mampu tetapi tidak mau membayar. Oleh karena itu, bahkan jika dia dipenjara, hutang tidak akan secara otomatis hangus, tetapi hutang itu menjadi miliknya sampai dilunasi.

Fatawa Syabakah Islamiyah berkata,

فماعليكمندينيبقىفيذمتكوولايسقطهسجنك, ويجبعليكأداؤهمتىماتمكنتمنذلك

Hutang adalah tanggung jawab Anda dan itu tetap menjadi kewajiban Anda. Dan jangan mati karena dipenjara, Anda memiliki kewajiban untuk mengembalikannya jika memungkinkan. (Https://www.islamweb.net/ar/fatwa/54380/)

Oleh karena itu, Alaju Alam.

Balas oleh Usaddz Ammi Nur Baits (Dewan Konsultasisyariah.com)

Anda dapat membaca artikel ini melalui aplikasi Ask Ustadz untuk Android.
Unduh sekarang!

Dukung Yufid dengan menjadi sponsor dan donor.

    • Akun donasi : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. Jaringan YUASAN YUFID
    • Konfirmasikan donasi Hubungi: 087-738-394-989

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here