Kumpulan Tanya Jawab Pendidikan Islam & Kesehatan

Cara berdoa untuk jamak

Ketika kita melakukan sholat jamak, apakah kita masih perlu melakukan sholat dasar bakdiyah dan qabliyah? Bagaimana dengan proses pemesanan?

Jawaban:

Bismillah is shalatu adalah salam Anda ‘ala Rasulillah, wa ba & # 39; du,

Ada dua orang yang berdoa:

[1] Traveler

[2] Orang yang hidup

Untuk pelancong yang beragam, tidak perlu melakukan doa standar. Karena banyaknya pelancong, dia akan melafalkan doa. Misalnya, jamak dzuhur bersama dengan asar, maka traveler akan shalat qashar asar. Bentuk jamak dari Maghrib adalah isha & nbsp;; traveler akan melafalkan sholat isha.

Meskipun Makim jamak karena hujan, sakit, atau alasan lain, tidak ada Kashgar. Karena itu, doa standar masih ditentukan.

Jadi bagaimana cara berdoa rawatibatiba untuk orang yang tumbuh ketika mereka hidup?

Kami merujuk pada pernyataan beberapa sarjana dan menjelaskan urutan dan proses sebagai berikut:

[Pertama] Informasi Anavai

Dalam bukunya-Raudhah dari Thalibin-ia menjelaskan berbagai doa teknis dan primitif bagi orang-orang dalam kehidupan

فيجمعالعشاءوالمغربيصليالفريضتينثمسنةالمغربثمسنةالعشاءثمالوتر.وأمافيالظهر: فالصوابالذيقالهالمحققونأنهيصليسنةالظهرالتيقبلهاثميصليالظهرثمالعصرثمسنةالظهرالتيبعدهاثمسنةالعصر

Untuk isya dan maghrib jamak, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan shalat wajib pada saat yang sama (maghrib dan isya), kemudian sunna bakdiyah maghrib, lalu sunna bakdiyah isya, lalu witir. Adapun jamak doa siang, apa yang sebenarnya dijelaskan oleh para ulama (Ahlu Tahqiq), yaitu, pertama doa suci, kemudian doa siang, kemudian doa Assal, kemudian doa bakdiyah dzuhur, dan kemudian Saint Nar Abdul berdoa. (Raudhah at-Thalibin, 1/402).

[kedua] Imam Zakariya al-Ansari-Shafi sarjana-

وإنجمعتقديمابلأوتأخيرافيالظهروالعصرصلىسنةالظهرالتيقبلهاثمالفريضتينالظهرثمالعصرثمباقيالسننمرتبةأيسنةالظهرالتيبعدهاثمسنةالعصروفيالمغربوالعشاءيصليالفريضتينثمالسننمرتبةسنةالمغربثمسنةالعشاءثمالوتر

Jika seseorang melakukan jamak Tuktin atau Takhir sambil berdoa pada siang dan Thar, maka yang harus ia lakukan adalah berdoa Kabriyadur, lalu berdoa kepada Dekur dan Semua, Doa-doa lain dari Lattiab suci, yaitu, doa Santa Bakdia Zul, dan kemudian Santa Asar

Untuk Maghrib dan Isha, dia berdoa Maghrib dan Isha pertama, kemudian Sunna, lalu Sunna Bakdiyah Maghrib, lalu Bakdiyah Isha Sunna, lalu Witir. (Asna al-Mathalib, 1/245)

[Ketiga] Deskripsi Ibn Gudamar

وإذاجمعفيوقتالأولىفلهأنيصليسنةالثانيةمنهماويوترقبلدخولوقتالثانيةلأنسنتهاتابعةلهافيتبعهافيفعلهاووقتهاوالوتروقتهمابينصلاةالعشاءإلىصلاةالصبحوقدصلىالعشاءفدخلوقته

Jika seseorang telah melakukan taqdims jamak (maghreb dan aisha), maka dia dapat melakukan shalat sunah Rawatiba (bakdiyah maghrib dan isya), atau dia dapat melakukan beberapa doa bijak (meskipun) belum dalam doa malam. Karena shalat Hadis mengikuti sholat sore. Luangkan waktu dan lakukan ikuti doa malam. Meskipun waktunya adalah antara shalat malam dan subuh. Kemudian dia berdoa di malam hari, jadi sudah waktunya. (Al-Mughni, 2/124).

[Keempat] Pernyataan al-Mardawi dalam al-Inshaf,

يصليسنةالظهربعدصلاةالعصرمنغيركراهةقاله أصحاب

Orang yang melakukan jamak dzuhur dengan asar, dan kemudian melakukan doa sakramen huhr bukannya makruh setelah shalat asar. Ini adalah pendapat mayoritas Hambaris. (Al-Inshaf, 2/241).

Astaga, penjelasan mereka jelas

Oleh karena itu, Alaju Alam.

Balas oleh Usaddz Ammi Nur Baits (Dewan Konsultasisyariah.com)

Anda dapat membaca artikel ini melalui aplikasi Ask Ustadz untuk Android.
Unduh sekarang!

Dukung Yufid dengan menjadi sponsor dan donor.

  • Akun donasi : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. Jaringan YUASAN YUFID
  • Konfirmasikan donasi Hubungi: 087-738-394-989

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here