Kumpulan Tanya Jawab Pendidikan Islam & Kesehatan

Setelah hutang istri yang diceraikan, haruskah suami melunasi?

Kedamaian ada di dirimu …

Saya ingin bertanya kepada Ustaz, siapa yang akan membayar hutang setelah perceraian?

Selama perceraian sebelum suami saya kehilangan pekerjaannya, saya berhutang karena kebutuhan anak. Setelah perceraian, kita masih memiliki hutang .. Jadi, siapa yang harus melunasi hutang setelah perceraian?

A:

Wa alaikumussalam warahmatullah

Alhamdulillah, berkah dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarga serta teman-temannya. Amma Ba & du:

Ada dua jenis hutang istri:

  1. Untuk memenuhi kebutuhan individu atau untuk memenuhi kebutuhannya dan kebutuhan pribadi yang timbul dari kebutuhan mata pencaharian suaminya, seperti pembelian perhiasan tertentu oleh istri, dan pembelian itu bukan tanggung jawab suami, tetapi tanggung jawab pribadi suami, hutang menjadi Kewajiban dan tanggung jawab istri.
  2. Hutang yang memenuhi kebutuhan keluarga, baik untuk kebutuhan istri, kebutuhan anak, atau untuk kebutuhan bersama, dimasukkan dalam tanggung jawab dan kewajiban hidup suami. Hutang semacam ini adalah tanggung jawab pelunasan suami, berikut penjelasannya;

Suami diwajibkan dalam kehidupan keluarga mereka untuk menyediakan kebutuhan anak-anak mereka dan istri dalam bentuk kebutuhan dasar, yaitu makanan, pakaian dan tempat tinggal, atau untuk mendukung kebutuhan seperti obat-obatan dan pendidikan anak-anak. Ini disebut kewajiban suami untuk mencari nafkah.

Tanggung jawab mata pencaharian istri dan anak-anak adalah kewajiban suami tetap, yang berarti bahwa suami masih harus memenuhi kewajiban, dan jika suami tidak membayar utangnya, itu akan menjadi utangnya.

Jika seorang suami yang aman pergi ke luar negeri dan ia dilarang melakukan pengiriman uang, maka sang istri dapat memberikan dukungan bagi dirinya dan anaknya dari hasil pinjaman, dan pinjaman itu menjadi hutang dan tanggung jawab suami.

Kewajiban untuk mendukung adalah kewajiban yang melekat pada suami, jika tidak dipenuhi, itu akan menjadi hutang dan suami akan bertanggung jawab.

Allah yang mulia berkata:

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لِهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

Adalah tanggung jawab ayah untuk memberi makan ibu dengan cara yang baik dan untuk berpakaian ibu. (Surat al-Baqarah: 233)

Dan Allah Yang terhormat Berkata:

ِوِسَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ ۖ َوَمَنُ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقِ مِمَّا آتَهُ

Memerintahkan mereka yang dapat (suami) memberikan kehidupan sesuai dengan kemampuan mereka. Mereka yang disematkan harus menyediakan kekayaan mereka dari kekayaan yang diberikan Tuhan kepada mereka. (QS: at Thalaq: 7)

Kedua ayat menjelaskan bahwa hidup adalah tanggung jawab suami, karena ini adalah kewajiban untuk memesan suami, tanggung jawab berarti bahwa kewajiban itu harus dipenuhi, dan jika kewajiban itu tidak terpenuhi, itu adalah utang yang harus dilakukan oleh suami. Sama seperti seseorang tidak melakukan puasa karena dia sakit, dia harus menggantinya setelah dia sehat.

Jumhur Ulama percaya bahwa "kewajiban untuk memberikan kehidupan adalah melekat pada suami. Jika dia tidak memenuhi kewajibannya, dia akan berhutang kepadanya dan dia tidak akan membutuhkan keputusan pengadilan atau persetujuan suami" ( Al Mufashal fi ahkamil mar & # 39; ah, Abdul Karim Zaidan, 7/178).

Dari penjelasan ini, kita dapat memahami bahwa utang yang terlibat adalah utang suami dan suami, terlepas dari persetujuannya atau tidak, ini adalah kewajiban untuk membayar utang, karena utang adalah kewajiban suami, dan itu adalah utangnya, demi kehidupan. . Oleh karena itu, bahkan jika perceraian telah terjadi, ia juga wajib membayar hutang karena ia memiliki hutang. Allah tahu yang terbaik.

***

Dijawab oleh L. Ustadz Sanusin Muhammad Yusuf. Ma (STDI Jember Hadits Science Dosen)

Anda dapat membaca artikel ini melalui aplikasi dari

Konsultasikan dengan Ustadz untuk Androiddari

.
Unduh sekarang!

Dukung Yufid dengan menjadi sponsor dan donor.

  • Akun donasi dari

     : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. Jaringan YUASAN YUFID

  • Konfirmasikan donasi dari

     Hubungi: 087-738-394-989

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here