Kumpulan Tanya Jawab Pendidikan Islam & Kesehatan

Maud (palsu) Hadits dan Praktek Terlarang

Apa Hadits Ustad Zimadhu dan karakteristiknya, yang dapat benar-benar dan efektif mempraktikkan Hadits Madhu? Shukeron

Jawaban:

Alhamdulillah, berkah dan salam untuk Nabi Muhammad dan keluarga dan teman-temannya. Amma Ba & du:

Pertanyaan ini mengingatkan saya pada berita mengejutkan bahwa sepeda Nabi Adam dipajang di Jeddah, Arab Saudi. Seseorang yang mengunjungi kota itu mengatakan bahwa itu adalah sepeda Nabi Adam, jadi inilah ceritanya. Satu pertanyaan, kapan motornya dibuat?

Sekarang kita bisa melihatnya, dari sabun cuci ke mesin suci dengan label shar, dari tanah sampai ke rumah yang dicap dengan Cahaya Kudus. Sebagai pengingat zaman kuno, salah satu sumber hadits palsu adalah pedagang. Di antara banyak hadits palsu yang disebut jaksa penuntut pengetahuan pada saat itu adalah hadits tentang sifat-sifat terong.

Untuk memahami hadits palsu, kita harus memahami apa arti hadits sejati, sehingga kita dapat membedakan antara hadits benar dan hadis palsu.

Hadits adalah atribut kata-kata, perbuatan, pengakuan (pernyataan atau tindakan dari seorang sahabat yang disetujui nabi), dan para nabi sallallaahu‘alayhi wa sallam.

Sarana hadits palsu adalah menyiratkan (mengandalkan) kata-kata, perbuatan, tindakan, pengakuan, atau sifat nabi sallallaahu’alayhi wa sallam. P.Bahkan jika Bukan karena tidak ada yang dilakukan, itu bukan kesepakatan, dan itu bukan sifat nabi. Oleh karena itu adalah hadits yang salah untuk memberi nabi sesuatu yang bukan miliknya.

Bagaimana jika kata-kata ini adalah kata-kata yang baik dari seorang teman atau Ulama, dan kemudian bersandar pada nabi?

Sekalipun artinya benar, itu masih sebuah hadits palsu karena yang palsu di sini adalah penisbatan (sisanya).

Berbeda dengan kasus Hadits Daif, yang mengandalkan hadits nabi yang lemah, dan apakah kesaksiannya tentang nabi itu salah atau tidak memadai, karena kesalahannya tidak Sengaja. Perbedaan dari hadits palsu adalah bahwa hadits palsu tidak berasal dari nabi, tetapi secara sengaja dikaitkan dengan nabi

Jadi berhati-hatilah, meskipun artinya benar, Anda sengaja mengandalkan nabi atau benda suci (nabi), bahkan jika itu tidak datang darinya, Rasulullah sallallaahu‘alayhi wa sallam Katakan:

مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

"Siapa pun yang dengan sengaja berbohong atas namaku dan membiarkannya duduk di neraka" (Hadits Muthat dilaporkan oleh Bukhari No. 1229, dan seterusnya.

Bagaimana kita tahu bahwa hadits itu salah?

Kita tahu dari penjelasan para ulama bahwa hadits itu salah, termasuk buku Al-Maudhu pada (kumpulan hadits palsu) oleh Imam Ibnul Jauzi Jelaskan ini. Hadis telah menjadi salah, karena diketahui bahwa narator dalam Hadisnya sengaja berbohong atas nama seorang nabi, atau Hadis tidak memiliki asal, atau Hadis jelas bertentangan dengan Alquran atau Sahid, Jadi itu tidak bisa datang dari nabi.

Ibn Qayyim al-jauziyah, dalam Manar al-Munif 19, merujuk pada karakteristik hadits palsu, termasuk:

  1. Jelas, bertentangan dengan ayat Alquran, ini adalah hadits palsu: "Dunia ini berusia 7000 tahun, dan kita berada pada 7000 tahun". Berbeda dengan menjelaskan Kitab Suci Allah saja, dia tahu waktu Hari Penghakiman.
  2. Bertentangan dengan hadits yang benar, seperti hadits palsu, ini menjelaskan bahwa nama-nama Muhammad atau Ahmed tidak akan masuk neraka, meskipun jelas dalam hadits Nabi untuk membantu seseorang.
  3. Ada terlalu banyak makna, sama seperti burung yang diciptakan oleh Tuhan memiliki 70.000 kata, dan setiap kata dapat berbicara 70.000 bahasa.
  4. Bertolak belakang dengan kenyataan, hadis palsu seperti: "Terong dapat menyembuhkan semua jenis penyakit"
  5. Makna ini tidak tepat, itu hanya akan menjadi ejekan, seperti sebuah hadits palsu: "Jika nasi adalah seorang pria, maka dia adalah orang yang lembut, tidak ada yang memakannya, tetapi menjadi penuh." .
  6. Mirip dengan resep dokter, seperti hadits palsu: "Al-Harisah (makanan) memperkuat punggung"

Ini adalah beberapa fitur yang disebutkan oleh Ibn Qayyim dalam bukunya.

Jika maknanya benar, dapatkah saya mempraktikkan hadits palsu?

Sumber Syariah adalah Alquran dan Sunnah, jika tidak ada yang memiliki kata atau makna yang baik, maka itu bukan bagian dari Islam dan tidak boleh dipraktikkan sebagai layanan.

Namun, jika makna dari hadits itu salah, tetapi artinya adalah shohih, maka artinya konsisten atau mirip dengan ayat atau hadits lainnya. Hadis Salah seharusnya masih tidak dipraktekkan, tetapi kita akan bermurah hati dengan kitab suci Sahi atau Hadis yang menunjukkan makna.

Mari kita ulangi bahwa meskipun isinya bagus, hadits palsu itu salah, karena tujuan palsu adalah meminjam penis palsu nabi.

Mari kita terus belajar, karena di zaman ini, hadits palsu mudah menyebar, dan banyak hadis palsu baru telah muncul.

Semoga Allah taala selalu memberi kita taufik untuk mempraktikkan hadits otentik dan memahami hadits palsu, dan dapat menjelaskan hadits palsu kepada orang-orang. Amin …

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here